SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN

Pages

Blogger templates

 

Minggu, 04 November 2012

TANDA PENGENAL DALAM GERAKAN PRAMUKA

0 komentar

 
Tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka adalah tanda yang dikenakan pada pakaian seragam pramuka yang dapat menunjukkan diri seorang pramuka, dan atau satuan, kemampuan, tanggung jawab daerah asal, wilayah tugas, kecakapan, dan tanda penghargaan yang dimilikinya. Dengan adanya tanda pengenal, seorang pramuka akan mudah dikenal satuan, wilayah tugas, jabatan dan kecakapannya.
Tujuan
Tujuan diadakannya tanda pengenal adalah :
1. Mendorong seorang pramuka untuk menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Memberi gairah dan semangat kepada seorang pramuka untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai dengan golongan usianya.
3.     Mendorong seorang pramuka untuk bersungguh-sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral yang berbentuk Satya dan Darma pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sesuai dengan tanda yang dipakainya.
4.   Menanamkan rasa persaudaraan di kalangan angota Gerakan Pramuka pada khususnya dan anggota kepramukaan sedunia pada umumnya.
5.     Menanamkan kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau cita-citanya.
6.     Menanamkan kebanggaan dan percaya pada diri sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.
Macam tanda pengenal
Secara garis besarnya tanda pengenal Gerakan Pramuka meliputi :
  1. Tanda umum :
Yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik putera maupun puteri.
    1. Tanda tutup kepala,
-           untuk pramuka siaga dan penggalang puteri dipasang pada bagian depan topi tepat di tengah;
-           untuk pramuka puteri lainnya dan orang dewasa wanita dipasang pada pici di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan pici tersebut;
-           untuk pramuka siaga, penggalang, dan penegak putera dipasang pada baret tepat diatas bingkai baret di sebelah atas pelipis kiri pemakainya;
-           untuk pramuka pandega dan orang dewasa pria dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.


    1. Setangan leher/pita leher,
-     setangan leher untuk pramuka putera dipakai pada pakaian seragam pramuka di bawah leher baju (kraag);
-      pita leher untuk pramuka dan pembina pramuka puteri dipakai di bawah leher baju dengan bagian merah di sebelah kanan dan bagian putih di sebelah kiri, pada pertemuan kraag shiller di muka dada dibuat simpul mati dengan bagian pita yang berwarna terlihat di bagian depan;
-           untuk andalan dan anggota majelis pembimbing wanita pita leher hanya disilangkan di muka dada dengan bagian merah di depan dan ujung merah ada di sebelah kanan, pada persilangan diberi lencana harian Gerakan Pramuka.
    1. Tanda pelantikan,
-           untuk anggota puteri dilekatkan pada leher baju sebelah kiri dekat dengan ujung/sudut leher baju;
-           untuk pramuka siaga putera dilekatkan di dada sebelah kiri di bawah lipatan hiasan baju seragam pramukanya;
-           untuk anggota putera lainnya dilekatkan pada saku kiri tetat di tengah saku di bawah tutup saku.
    1. Tanda kepramukaan sedunia,
-           untuk anggota puteri tanda kepramukaan sedunia WOSM dikenakan pada leher baju seragam pramuka di sebelah kanan dekat dengan ujung/sudut leher bajunya;
-           untuk anggota putera tanda kepramukaan sedunia WOSM dilekatkan pada baju seragam pramuka di atas nama diri dan saku kanannya dengan dijahit.
    1. Tanda harian,
Tanda harian Gerakan Pramuka dikenakan pada pakaian sehari-hari dan tidak dibenarkan dikenakan pada pakaian seragam pramuka, dilekatkan pada leher baju sebelah kiri atau di dada sebelah kiri kira-kira 4-5 cm di atas saku.
  1. Tanda satuan :
Yaitu tanda yang dapat menunjukkan satuan/kwartir tertentu tempat seorang pramuka bergabung, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari satuan terkecil di gugusdepan sampai satuan tingkat nasional.
    1. Tanda barung, regu, sangga, satuan terkecil lainnya,
-           tanda barung untuk pramuka siaga putera dan puteri dikenakan pada lengan baju seragam pramuka  sebelah kiri, 2 cm dari pangkal atas lengan baju;
-           tanda regu untuk pramuka penggalang putera dan puteri dikenakan pada lengan baju seragam pramuka sebelah kiri, 2 cm dari pangkal atas lengan baju;
-           tanda sangga untuk pramuka penegak putera dan puteri dikenakan pada lengan baju seragam pramuka sebelah kiri, 2 cm dari pangkal atas lengan baju.
    1. Tanda gugusdepan dan kwartir,
Tanda gugusdepan dan kwartir dikenakan pada lengan baju seragam pramuka sebelah kanan.

    1. Tanda krida dan satuan karya,
    2. Lencana daerah dan tanda wilayah,
    3. Tanda satuan gugusdepan luar biasa,
    4. Tanda satuan lainnya,
  1. Tanda jabatan :
Tanda jabatan adalah tanda pengenal yang menunjukkan jabatan dan tanggung jawab seseorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.
    1. Tanda pemimpin utama, pemimpin, wakil pemimpin : barung, regu, sangga,
    2. Tanda pembina, pembantu pembina : S, G, T, D, dan tanda pembina gugusdepan,
    3. Tanda andalan, pembantu andalan : nasional, daerah, cabang, ranting,
    4. Tanda pelatih : pelatih pembina lulusan KPD dan KPL, pengurus korps pelatih pembina pramuka,
    5. Tanda pemimpin dan wakil pemimpin krida pada satuan karya,
    6. Tanda pimpinan satuan karya dan pamong satuan karya,
    7. Tanda majelis pembimbing : nasional, daerah, cabang, ranting, gugusdepan,
    8. Tanda pengurus : dewan ambalan penegak, dewan racana pandega, dewan kerja penegak dan pandega tingkat nasional, daerah, cabang, ranting,
    9. Tanda instruktur,
    10. Tanda petugas dan peserta kegiatan dan lain-lain.
Semua tanda jabatan dipakai tepat di tengah saku kanan baju seragam pramuka putera, atau di dada kira-kira ditempat yang sama pada baju seragam pramuka puteri.
  1. Tanda kecakapan :
Tanda kecakapan umum adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan umum yang dimiliki oleh seorang pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum yang dipenuhinya dan golongan usianya.
Tanda kecakapan khusus adalah
    1. Tanda kecakapan umum : siaga mula, bantu, tata,
Dikenakan pada lengan baju seragam pramuka sebelah kiri, dengan kedudukan miring ke kanan atas di bawah tanda barungnya.
    1. Tanda kecakapan umum : penggalang ramu, rakit, terap,
Dikenakan di lengan baju seragam pramuka sebelah kiri, dengan kedudukan seperti huruf V menghadap ke atas di bawah tanda regunya.
    1. Tanda kecakapan umum : penegak bantara, laksana, pandega
Dikenakan pada lidah bahu baju seragam pramuka sebelah kanan dan kiri.
    1. Pembina mahir dasar dan lanjutan,
    2. Tanda kecakapan khusus siaga,
    3. Tanda kecakapan khusus penggalang : purwa, madya, utama,
    4. Tanda kecakapan khusus penegak : purwa, madya, utama,
    5. Tanda kecakapan khusus pandega : purwa, madya, utama,
    6. Tanda kecakapan khusus instruktur : muda, dewasa,

    1. Tanda kecakapan khusus pelatih pembina pramuka : tingkat dasar, tingkat lanjutan
    2. Keahlian lain,
    3. Pramuka garuda untuk : S, G, T, D,
-           pada upacara-upacara resmi tanda pramuka garuda dari logam digantungkan di muka dada dengan pita berwarna merah putih dengan ketentuan dikalungkan di leher bagian di belakang leher diletakkan di bawah/tertindih oleh setangan leher dan bagian dimuka dada diletakkan di atas/di muka setangan leher;
-           pada kegiatan sehari-hari tanda pramuka garuda dari kain ditempelkan di dada sebelah kanan di atas saku, di atas bintang tahun, tigor dan lain-lainnya.
  1. Tanda kehormatan :
    1. Dari Gerakan Pramuka untuk peserta didik :
-           Tanda penghargaan,
-           Bintang tahunan,
-           Bintang wiratama,
-           Bintang teladan,
    1. Dari Gerakan Pramuka untuk orang dewasa :
-           Bintang tahunan,
-           Bintang pancawarsa,
-           Bintang wiratama,
-           Bintang jasa : dharma bakti, melati, tunas kencana,
    1. Dari badan/organisasi sosial dan kemanusiaan
    2. Dari pemerintah Republik Indonesia dan negara lain.
Read more...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Lambang Gerakan Pramuka

1 komentar



 Lambang Gerakan adalahtanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Bentuk Gerakan Pramuka Lambang Gerakan Pramuka berbentuk / berupa Silluete Tunas Kelapa. (lihat gambar di samping) Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka. Arti kiasan Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut: Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa). Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Lambang keris melambangkan senjata tradisional Jawa Tengah Lambang 10 api yang berkobar melambangkan dasadarma Padi dan kapas melambangkan kesuburan dibidang pangan dan sandang Kode daerah melambangkan daerah kota daerah Nama kabupaten melambangkan kota cabang Bintang melambangakan 5 sila pancasila Penggunaan Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka Penggunaan lambang tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan menanamkan sifat dan keadaan seperti yang termaktub dalam arti kiasan lambang Tunas Kelapa itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka. Setiap anggota Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengamalkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya kepada masyarakat di sekelilingnya. Sebab generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka diharapkan kelak mampu menjadi kader pembangunan yang berjiwa Pancasila Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. “Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Read more...

Pribahasa

0 komentar

 Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang.
Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu di saat sedang susah.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Kalah ataupun menang sama-sama menderita.
Bagaikan abu di atas tanggul.
Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan.
Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
Adat pasang turun naik.
Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.

Membagi sama adil, memotong sama panjang.
Jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
Air beriak tanda tak dalam.
Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
Air tenang menghanyutkan.
Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga.
Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang.
Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.
Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
Bagaikan burung di dalam sangkar.
Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga.
Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.
Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh.
Seiya sekata dalam semua keadaan.
Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya.
Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.
Jauh di mata dekat di hati
Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.
Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul.
Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.
Badan boleh dimiliki, hati jangan.
Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki.
Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.
Lain di bibir lain di hati.
Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.
Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat.
Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.

Ada harga ada rupa.
Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
Membelah dada melihat hati.
Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.
Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.
Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.
Karena mata buta, karena hati mati.
Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.
Pandai berminyak air.
Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.
Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan.
Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.
Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa.
Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.
Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul.
Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.
Lubuk akal tepian ilmu.
Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.
Nasi tak dingin, pinggan tak retak.
Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri.
Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.
Seludang menolak mayang.
Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.
Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua.
Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.
Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian.
Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.
Ditindih yang berat, dililit yang panjang.
Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan.
Suka dan duka dijalani bersama.
Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.
Tambah air tambah sagu.
- Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya
- Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya
Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah.
- Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya

Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
- Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya
Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua.
- Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia
Alang berjawab, tepuk berbatas.
- Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula
Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan.
- Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya
Orang mau seribu daya, bukan seribu dali.
- Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan
Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan.
- Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu
Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan.
- Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya
Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera.
- Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya
Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia.
- Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa
Sehari selembar benar, setahun selembar kain.
- Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik
Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai.
- Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya
Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting.
- Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik
Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata.
- Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing
Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan.
- perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam
Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja.
- Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan
Luka sudah hilang parut tinggal juga.
- Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir
Makan hati berulam rasa.
- Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang
Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas.
- Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas
Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang.
- Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah
Itulah berbagai kumpulan peribahasa Indonesia dan artinya yang lengkap! Blogbintang sangat tahu bahwa ini masih jauh dari lengkap! oleh karena itu kami menyarankan bagi anda yang memiliki peribahasa indonesia harap berbagi dengan yang dengan menuliskannya di form dibawah ini. Kami tunggu ya!!
Read more...